Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 September 2026

Kelemahan Motor Listrik Saat Dipakai Saat Hujan Banjir: Risiko yang Wajib Dipahami Sebelum Berkendara

Pendahuluan: Motor Listrik Memang Modern, Tetapi Bukan Berarti Kebal Air

Perkembangan motor listrik di Indonesia semakin pesat. Banyak masyarakat mulai beralih dari kendaraan berbahan bakar bensin ke kendaraan listrik karena dianggap lebih hemat, praktis, dan ramah lingkungan. Biaya operasional yang rendah serta perawatan yang lebih sederhana menjadi alasan utama motor listrik semakin populer.

Namun, ada satu pertanyaan yang sering muncul terutama saat musim hujan tiba:

Apakah motor listrik aman digunakan saat hujan deras atau melewati banjir?

Jawabannya: motor listrik aman digunakan saat hujan normal, tetapi memiliki batas kemampuan ketika menghadapi air dalam jumlah besar seperti banjir.

Banyak pengguna baru masih memiliki anggapan bahwa karena motor listrik menggunakan teknologi modern dan baterai tertutup, kendaraan ini dapat melewati genangan air seperti kendaraan biasa. Padahal, sistem kelistrikan memiliki karakteristik berbeda dibanding mesin konvensional.

Air bukan hanya masalah pada mesin, tetapi juga dapat menjadi ancaman bagi komponen elektronik seperti baterai, controller, sensor, dan konektor listrik.

Beberapa produsen memang telah merancang motor listrik dengan perlindungan terhadap air, tetapi perlindungan tersebut bukan berarti kendaraan dapat digunakan seperti perahu kecil saat banjir. (Sentrik Bali)

Artikel ini akan membahas secara lengkap kelemahan motor listrik saat digunakan ketika hujan dan banjir, berdasarkan sudut pandang teknis, pengalaman penggunaan di lapangan, serta pandangan para ahli kendaraan listrik.


1. Baterai Menjadi Komponen Paling Sensitif Saat Terkena Banjir

Komponen paling penting dalam motor listrik adalah baterai. Berbeda dengan tangki bahan bakar pada motor bensin, baterai menyimpan energi listrik dalam jumlah besar dan terhubung langsung dengan sistem penggerak.

Pada kondisi normal, baterai motor listrik sudah dilengkapi dengan pelindung agar tahan terhadap cipratan air dan kelembapan. Namun, ketika kendaraan melewati banjir yang tinggi, risiko air masuk tetap ada.

Jika air masuk ke dalam rumah baterai, beberapa masalah dapat terjadi:

Menurut pandangan teknisi kendaraan listrik, baterai yang terkena air bukan hanya masalah saat itu saja. Kerusakan akibat kelembapan kadang muncul beberapa hari atau minggu setelah kejadian karena korosi mulai terjadi di dalam konektor dan rangkaian elektronik.

Artinya, motor listrik yang masih bisa menyala setelah terkena banjir belum tentu benar-benar aman.


2. Risiko Controller Rusak Akibat Air Masuk

Selain baterai, ada komponen bernama controller yang berfungsi mengatur aliran listrik dari baterai menuju motor penggerak.

Sederhananya, controller adalah "otak" yang mengatur:

  • Kecepatan motor

  • Besarnya tenaga yang keluar

  • Respons gas

  • Perlindungan sistem listrik

Ketika controller terkena air, sistem dapat mengalami gangguan seperti:

  • Motor tiba-tiba mati

  • Tarikan menjadi tidak stabil

  • Motor sulit dinyalakan

  • Muncul kode error pada panel

Masalah terbesar dari kerusakan controller adalah komponen ini bekerja menggunakan rangkaian elektronik yang sangat sensitif.

Air bersih saja sudah dapat menyebabkan gangguan, apalagi air banjir yang biasanya mengandung:

  • Lumpur

  • Garam

  • Limbah

  • Zat kimia

  • Kotoran logam

Material tersebut dapat mempercepat proses korosi pada komponen elektronik.


3. Motor Listrik Tidak Dirancang Untuk Menerobos Banjir Tinggi

Salah satu kesalahan terbesar pengguna motor listrik adalah menyamakan kemampuan kendaraan dengan mobil atau motor petualang yang memang dirancang untuk medan ekstrem.

Motor listrik modern biasanya mampu menghadapi:

✓ Hujan ringan
✓ Hujan deras dalam waktu tertentu
✓ Cipratan air dari jalan
✓ Jalan basah

Namun kondisi berikut mulai berisiko:

✗ Genangan melewati dek kaki
✗ Air mencapai area baterai
✗ Motor terendam sebagian
✗ Banjir dengan arus deras

Perlu dipahami bahwa standar ketahanan air pada kendaraan listrik umumnya dibuat untuk menghadapi kondisi penggunaan sehari-hari, bukan untuk menghadapi banjir besar.

Seorang ahli kendaraan listrik biasanya akan menekankan prinsip sederhana:

"Tahan air tidak sama dengan bisa menyelam."

Motor listrik mungkin memiliki perlindungan terhadap air, tetapi tetap memiliki batas desain.


4. Risiko Keselamatan Pengendara Saat Hujan Deras

Kelemahan motor listrik saat hujan tidak hanya berkaitan dengan kerusakan kendaraan. Faktor keselamatan pengendara juga harus diperhatikan.

Saat hujan deras:

  • Jalan menjadi licin

  • Jarak pengereman bertambah

  • Ban kehilangan daya cengkeram

  • Visibilitas pengendara menurun

Motor listrik memiliki karakter tenaga yang berbeda dibanding motor bensin. Torsi listrik dapat langsung terasa ketika tuas gas diputar.

Pada permukaan jalan yang licin, akselerasi mendadak dapat menyebabkan:

  • Ban kehilangan traksi

  • Motor sulit dikendalikan

  • Risiko tergelincir meningkat

Karena itu, berkendara saat hujan membutuhkan kontrol gas yang lebih halus.


5. Port Charger Menjadi Titik Lemah yang Sering Diabaikan

Banyak pengguna fokus melindungi baterai, tetapi lupa dengan bagian kecil yang sangat penting: port charger.

Port charger adalah jalur masuk listrik menuju baterai. Jika bagian ini basah atau terdapat sisa air saat melakukan pengisian, risiko gangguan listrik meningkat.

Kesalahan yang sering terjadi:

  • Mengisi baterai setelah motor kehujanan

  • Tidak mengeringkan konektor charger

  • Membiarkan tutup port terbuka

  • Menyimpan motor di tempat lembap

Kebiasaan kecil tersebut dapat memperpendek usia komponen listrik.


6. Pengalaman Nyata Pengguna: Motor Masih Hidup Setelah Banjir, Tetapi Masalah Muncul Kemudian

Salah satu pengalaman yang sering terjadi di lapangan adalah pengguna merasa aman karena motor listrik masih menyala setelah melewati banjir.

Namun beberapa hari kemudian muncul masalah:

  • Jarak tempuh baterai berkurang

  • Motor tiba-tiba mati

  • Sistem error

  • Pengisian baterai terganggu

Mengapa bisa terjadi?

Karena air yang masuk dalam jumlah kecil dapat menyebabkan oksidasi perlahan pada bagian dalam komponen.

Kerusakan elektronik sering berbeda dengan kerusakan mekanis. Mesin rusak biasanya langsung terasa, sedangkan elektronik dapat mengalami penurunan fungsi secara bertahap.


7. Bagaimana Cara Aman Menggunakan Motor Listrik Saat Musim Hujan?

Agar motor listrik tetap awet, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Hindari Banjir Sedalam Mungkin

Jika tidak yakin dengan kedalaman air, jangan memaksakan diri.

Lebih baik mencari jalan alternatif daripada mengambil risiko kerusakan baterai yang biayanya tinggi.

2. Periksa Kondisi Motor Sebelum Berangkat

Pastikan:

  • Tutup baterai rapat

  • Port charger tertutup

  • Kabel tidak rusak

  • Tidak ada bagian elektronik terbuka

3. Jangan Langsung Charge Setelah Kehujanan

Biarkan motor mengering terlebih dahulu.

Pastikan area charger benar-benar kering sebelum menghubungkan listrik.

4. Bersihkan Motor Setelah Melewati Genangan

Jika motor terkena lumpur atau air banjir:

  • Bersihkan bagian bawah motor

  • Keringkan area baterai

  • Periksa konektor

  • Lakukan pengecekan jika muncul gejala aneh

5. Ikuti Jadwal Servis

Motor listrik memang minim perawatan dibanding motor bensin, tetapi bukan berarti bebas pemeriksaan.

Pengecekan sistem kelistrikan tetap diperlukan.


8. Apakah Motor Listrik Lebih Lemah Dibanding Motor Bensin Saat Banjir?

Pertanyaan ini sering muncul.

Jawabannya tidak sesederhana "iya" atau "tidak".

Motor bensin memiliki kelemahan seperti:

  • Mesin bisa kemasukan air melalui saluran udara

  • Sistem pembakaran terganggu

  • Oli dapat tercampur air

Motor listrik memiliki kelemahan berbeda:

  • Komponen elektronik sensitif terhadap air

  • Baterai memiliki biaya penggantian tinggi

  • Kerusakan kadang tidak langsung terlihat

Jadi, keduanya memiliki risiko masing-masing.

Perbedaannya adalah motor listrik membutuhkan perhatian lebih terhadap perlindungan sistem kelistrikan.


Kesimpulan: Bijak Menggunakan Motor Listrik Saat Musim Hujan

Motor listrik adalah teknologi transportasi masa depan yang menawarkan banyak keuntungan. Kendaraan ini bukan berarti tidak boleh terkena hujan. Dalam kondisi normal, motor listrik modern sudah dirancang untuk menghadapi cuaca sehari-hari.

Namun, ketika menghadapi banjir, pengguna harus lebih berhati-hati.

Kelemahan utama motor listrik saat digunakan saat hujan banjir adalah:

  1. Risiko baterai mengalami kerusakan akibat air masuk

  2. Controller dan sistem elektronik lebih sensitif

  3. Tidak dirancang untuk melewati banjir tinggi

  4. Kerusakan akibat air bisa muncul terlambat

  5. Biaya perbaikan komponen listrik dapat mahal

Kunci utama bukan menghindari motor listrik saat hujan, tetapi memahami batas kemampuan kendaraan.

Gunakan teknologi dengan cara yang benar, rawat dengan baik, dan jangan memaksakan kendaraan melewati kondisi yang berada di luar kemampuan desainnya.

Jika artikel ini memberikan informasi yang bermanfaat, jangan simpan sendiri. Bagikan artikel ini kepada keluarga, teman, dan sesama pengguna motor listrik agar semakin banyak orang memahami cara aman menggunakan kendaraan listrik saat musim hujan dan banjir. Satu kali Anda membagikan informasi ini, Anda bisa membantu orang lain menghindari kerusakan motor listrik yang mahal dan menjaga keselamatan di jalan.

Minggu, 03 Februari 2019

SparePart Substitusi Pengganti CBR 150 Lebih Murah dan Gampang


Pada awalnya CBR 150 pertama muncul adalah produksi dari Thailand di tahun 2014, pada saat itu sparepartnya harganya cukup mahal. Sekarangpun sparepartnya juga sedikit mahal dan kadang gak semua dealer menyediakan terlebih yang bukan fast moving, jadi harus inden sekitar 1-2 minggu. Untuk mengatasi agar motor sobat tetap bisa mengaspal maka kali ini Saya buatkan artikel tentang SparePart Substitusi Pengganti CBR 150 Lebih Murah dan Gampang, yang isinya tentang spare part yang dapat digunakan untuk substitusi sparepart CBR 150.

SparePart pengganti Kampas Rem  CBR 150
Untuk sepeda motor CBR 150 kampas rem depan dan belakang dapat digantikan dengan kampas rem milik Suzuki Satria FU, tentunya harga dari sparepartnya lebih murah ya.. Selain itu kampas rem depannya dapat menggunakan kampas rem Honda Megapro Injeksi, harganya terpaut cukup jauh. Kalau kampas rem depan CBR 150 dijual dengan harga 100 rb, kampas rem depan megapro injeksi hanya sekitar 35 rb.   


SparePart pengganti Gir  CBR 150
Honda memiliki kelebihan kalau membuat produk baru masih bisa menggunakan sparepart dari motor lain yang masih satu merek. Gir CBR 150 dapat diganti menggunakan milik Honda Megapro atau GL Pro Neo Tech, boleh juga menggunakan merek Indopart.

SparePart pengganti rantai  CBR 150
Honda CBR 150 memiliki tenaga yang cukup besar jadi memerlukan rantai yang besar pula, untuk ukuran yang cocok dipasang di CBR 15o adalah ukuran rantai dengan tebal 428H dengan panjang 128 mata. Ukuran segitu dapat menggunakan rantai milik Suzuki RGR, tentunya harganya terpaut jauh sekali. Lumayan bisa ngirit untuk traktir pacar makan malam.

SparePart pengganti CDI  CBR 150
Bawaan CDI Honda CBR 150 memiliki limiter sehingga untuk yang hobby memacu motornya berkeinginan untuk mengganti CDI dengan after market. Produk after market lokal yang tidak memiliki limiter adalah CDI BRT Dual Band, kalau yang pingin barang import dapat menggunakan merek Sindengen atau BRT Jepang.

SparePart pengganti Tensioner Keteng  CBR 150
Biasanya yang dapat ditemukan secara mudah adalah rantai keteng dari Honda CBR 150, akan tetapi pada saat melaksanakan penggantian sparepart jenis itu diperlukan juga penggantian tensionernya. Hal ini agar ketegangan rantai ketengnya sesuai dengan standartnya. Resiko yang sering terjadi karena keteng kendur adalah tubrukan antara payung klep dengan piston, so sobat gak mau ambil resiko ini kan? Jika susah dicari ada substitusinya pakai saja punya Honda Tiger, Honda Karisma dan semua varian Kymco.

Sekian dulu ya sobat dengan artikel saya berjudul SparePart Substitusi Pengganti CBR 150 Lebih Murah dan Gampang, semoga artikel ini dapat membantu. Jangan lupa kalau ada tambahan silakan isi kolom komentar, serta share ya. See U

Selasa, 27 November 2018

Cara Membersihkan dan Mencegah Karat Pada Knalpot Motor

Hai Sobat, pada artikel kali ini Saya akan memberikan sebuah tips tentang bagaimana membersihkan dan mencegah karat pada knalpot motor kesayangan Anda. Seperti kita ketahui bersama knalpot adalah sebuah sparepart sepeda motor yang bertugas untuk menyalurkan gas pembuangan hasil pembakaran, tentunya gas pembakaran tersebut memiliki panas yang cukup tinggi. Panas tinggi inilah yang menyebabkan knalpot rawan terhadap karat, dan semakin lama maka knalpot sepeda motor Sobat akan berlobang.
Lobang yang ada pada knalpot akan menyebabkan suara motor Sobat menjadi berisik serta dapat juga menyumbat keluarnya gas pembuangan. Jika tidak diatasi biasanya kondisi knalpot akan menjadi lebih parah dan sudah tidak bisa diperbaiki lagi. Nah... ini merupakan pemborosan, jadi sebelum Sobat keluar uang yang cukup banyak untuk membeli knalpot maka Saya anjurkan untuk merawatnya dari sekarang.

Penyebab Karat Pada Knalpot


Karat pada besi merupakan hasil korosi atau sering disebut sebagai oksidasi logam. Rumus kimia dari Besi adalah Fe ketika mengalami proses perkaratan maka rumus kimianya menjadi Fe2O3.xH2O. Lhoo. Koq bisa begitu ya?? jawabannya adalah proses pengaratan atau Korosi merupakan sebuah proses elektro kimia, dalam proses tersebut Besi (Fe) akan berfungsi sebagai pereduksi sedangkan oksigen (O2) yang terlarut di dalam air (H2O) berfungsi sebagai pengoksidasi. 

Perhatikan proses kimia di bawah ini.

Anode: Fe(s) → Fe2+(aq) + 2e-
Katode: O2(g) + 4H+(aq) + 4e- → 2H2O(l)

Ketika Sobat sudah mengerti dengan asal muasal karat, maka sudah mengetahui penyebabnya. Penyebabnya adalah kandungan oksigen dalam air, maka untuk mencegahnya adalah dengan menutup bagian besi yang berkarat agar tidak dapat bersentuhan dengan air. Sebelum Sobat melaksanakan pencegahan jika karat sudah terjadi maka yang harus dilakukan adalah membersihkan karat di knalpot sepeda motor Sobat.

Cara Membersihkan Karat Pada Knalpot Motor


Membersihkan karat pada knalpot merupakan pekerjaaan yang menurut Saya gampang untuk dilakukan sendiri, tanpa membawa sepeda motor kesayangan Sobat ke Bengkel langganan. Pada knalpot yang sering berkarat adalah bagian leher knalpot, bagian ini merupakan bagian dari knalpot yang memiliki panas paling tinggi serta paling mudah terkena air.
Nah Langkah pertama adalah Gunakan Ampelas ukuran 500 ke bawah untuk membersihkan karat yang sudah ada dengan sangat cepat. Lalu gunakanlah ampelas halus ukuran 1.500 keatas, jika sudah maka Sobat bisa menggosoknya dengan batu hijau atau autosol. 
Harga dari batu hijau dan autosol gak akan buat kantong Sobat jebol, tempat Saya yang kecil dijual sekitar 10rb an saja.

Cara Mencegah Karat Pada Knalpot Motor


Setelah bersih maka yang Sobat perlu lakukan adalah mencegah agar karat tidak muncul lagi, ingat prinsip dari karat yang telah Saya jelaskan di atas yaa... intinya adalah bagaimana caranya Sobat menghalangi air untuk bersentuhan langsung dengan besi. 
Cara Pertama Mencegah Karat Pada Knalpot Motor adalah dengan mengecat knalpot Sobat menggunakan cat anti panas, sehingga knalpot Sobat akan memiliki usia pakai yang sangat panjang.
Cara Kedua Mencegah Karat Pada Knalpot Motor adalah menggunakan oli mesin, hal ini dapat mencegah karat dalam waktu yang tidak lama. Caranya adalah panaskan sepeda motor Sobat selama lebih dari 5 menit, lalu usapkan oli pada leher knalpot dan lakukan secara berulang ulang dalam kondisi knalpot masih panas.
Untuk bagian dalam knalpot, berikan oli secukupnya agar bagian dalam juga terhindar dari karat.

Nah, selamat mencoba ya Sobat... Semoga artikel Saya tentang Cara Membersihkan dan Mencegah Karat Pada Knalpot Motor dapat membantu, jangan lupa share. Terima kasih dan sukses selalu

Sabtu, 24 November 2018

Kelebihan Motor dengan Rem ABS dan Cara Merawatnya

Kelebihan Motor dengan Rem ABS

Sistem rem yang menggunakan anti-lock braking system atau sering disingkat ABS adalah rem yang mengaplikasikan sistem anti penguncian roda pada saat terjadi pengereman yang bersifat mendadak serta keras. Sistem pengereman jenis ini membantu sepeda motor Anda selalu stabil untuk dikendarai dalam kondisi pengereman mendadak. Roda tidak akan berhenti secara mendadak sehingga ban menggesek aspal. Hal tersebut membuat motor Anda tidak kehilangan kendali.
Pada roda motor yang menggunakan rem ABS dilengkapi dengan sensor kecepatan, sensor tersebut akan mendeteksi kondisi ban yang berhenti mendadak. Setelah itu sensor akan memerintahkan piston rem untuk kembali pada posisi normal atau tidak menjepit, dan memerintahkan untuk menjepit lagi tanpa mengunci putaran ban. Cara kerja ini sangat cepat mencapai 1/15 detik sampai dengan motor Anda berhenti dengan aman.
Jika Anda analogikan supaya lebih gampang membayangkan cara kerjanya adalah mirip dengan mengocok rem secara manual sampai berhenti tanpa mengunci ban, Cuma bedanya dengan sistem ABS pengocokan rem berlangsung sangat cepat dan akurat.

Rem ABS sudah saatnya diterapkan kepada seluruh motor baru karena memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi dari rem tanpa ABS. Ada beberapa yang mengulas tentang bahwa rem ABS memerlukan jarak yang lebih jauh untuk berhenti jika rem mendadak, ada benarnya juga ... akan tetapi apabila dibandingkan motor Anda selip dan limbung?? Saya masih berpendapat sistem rem ABS lebih aman.
Untuk lebih meyakinkan Anda, Saya memberikan video di bawah ini tentang perbedaan handling sepeda motor yang telah mengaplikasikan sistem rem ABS dengan rem tanpa ABS. Motor dengan rem ABS nampak sangat stabil di medan licin dan basah, sedangkan tanpa ABS terlihat terpelanting dan motor hilang kendali.

Cara Merawat Rem ABS Motor

Rem ABS motor memiliki sensor di mana sensor tersebut terletak di bagian yang terbuka dan mudah untuk dimasuki kotoran seperti lumpur,  jika sensor dalam kondisi kotor karena tertutup lumpur maka sensor tidak dapat bekerja dengan baik untuk menentukan apakah ban dalam posisi terkunci secara mendadak.
Nah, untuk mengatasi permasalahan tersebut maka syaratnya adalah rajin mencuci motor terutama di bagian sensor ABS setelah motor digunakan di medan berlumpur.

Ada sebagian pengguna sepeda motor yang biasa mengamankan motor saat parkir dengan menggunakan gembok, pesan saya jangan sekali-kali menempatkan gembok tersebut pada piringan sistem sensornya. Jika Anda lupa melepas gembok dan menjalankan motor Anda, maka piringan tersebut akan mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut akan mengacaukan sistem rem ABS. Kalau Saya mungkin hanya akan menempatkan gembok tersebut hanya di piringan cakramnya saja.
Karena sering lupanya melepas gembok dan merusak piringan menyebabkan lampu ABS pada indikator berkedip-kedip, sampai dengan tidak berfungsinya ABS pada rem motornya.

Terima kasih atas kunjungan di blog Saya pada artikel Kelebihan Motor dengan Rem ABS dan Cara Merawatnya. Semoga artikel Saya kali ini dapat memberikan informasi kepada Anda, sukses selalu....

Rabu, 14 November 2018

Meningkatkan Kapasitas Tangki Bensin Aerox 155 VVA

Hai Sobat, kali ini saya akan membuat tips tentang bagaimana meningkatkan kapasitas tangki bensin aerox 155. Pada bawaan motornya kapasitas tangki bensin yang dimiliki hanya 4,6 L saja, tentunya bagi yang hobbynya melakukan touring dengan motor ini menginginkan kapasitas tangki bensin yang lebih besar. Sehingga gak sering - sering mampir ke Pom Bensin, dan lebih hebatnya kalau pas besok ada pengumuman naik harga BBM motor Aerox 155 bisa menampung lebih banyak bensin... Menarik kan.
Bagaimana solusi menaikkan kapasitas dari tangki bensin tersebut, jawabannya adalah tukang las bro... Tempat menempel tangki aerox 155 standart masih menyisakan banyak ruang kosong, sehingga tangki dapat dimodifikasi sehingga kapasitas bensin yang ditampung menjadi meningkat. Ada beberapa teman di forum Yamaha Aerox 155 yang sudah melaksanakan modifikasi pada tangki sepeda motornya, dan mereka merasa nyaman karena tidak khawatir lagi kehabisan bensin di jalan.
Modifikasi Tangki Bensin Aerox 155 VVA Pertama
Dibawah ini adalah salah satu modifikasi yang dilaksanakan oleh tukang las.
Kelebihannya adalah kapasitas tangki menjadi lebih besar, dan pastinya karena bahan pembuatnya stainless stell maka tidak perlu khawatir berkarat atau tangki yang berlobang.

Kelemahannya adalah kalau dilihat koq sepertinya kurang halus ya buatannya...

Modifikasi Tangki Bensin Aerox 155 VVA Kedua
gambar kedua adalah melaksanakan modif dengan memotong bagian bawah tangki standart dan menggantinya dengan yang memiliki dimensi yang lebih besar.
Kelebihannya adalah jelas tentu kapasitas bertambah, model juga gak terlalu jelek untuk dilihat. Si pembuatnya juga menawarkan tukar tambah tangki standart, jadi tinggal plug and play. Cuman lokasinya di Jakarta aja, semoga aja dalam waktu dekat ada yang jualan secara online di bukalapak atau tokopedia.

Kelemahannya adalah karena bahan sudah tidak standart dan menggunakan bahan besi maka dimungkinkan dalam beberapa tahun akan terjadi korosi dan membuat tangki berlobang

Nah, selesai sudah tips saya mengenai modifikasi ringan dengan meningkatkan kapasitas tangki bensin aerox 155. Semoga dapat membantu ya sobat, share please...

Sabtu, 10 November 2018

Resiko Sepelekan Kampas Rem Sepeda Motor. Segera Periksa

Hai Sobat, di artikel saya kali ini akan dibahas tentang pentingnya selalu memperhatikan kampas rem pada sepeda motor Anda. Saya menyarankan untuk mengecek ketebalan kampas rem sepeda motor secara rutin minimal 1 bulan sekali. Pertama yang akan dibahas adalah apakah rem itu? Rem adalah sebuah peralatan yang digunakan untuk memperlambat kecepatan sepeda motor atau menghentikan laju dari sepeda motor. Sebagian besar dari rem adalah menggunakan energi kinetik dengan mengaplikasikan gesekan, gesekan dari kedua benda tentunya akan menghasilkan panas. 
Ketika sepeda motor Sobat ditingkatkan sebanyak 2 kali dari kecepatan asal dengan rumus E = ½m·v2 maka sepeda motor Sobat akan memiliki energi kinetik empat kali lipat dari sebelumnya. Dan tentunya rem akan menggunakan energi sebesar kecepatan tersebut untuk berhenti, konsekwensi yang ditimbulkan adalah jarak pengereman yang dibutuhkan juga 4 kali lebih jauh

Dalam sistem rem terdiri dari:
  • Tuas tangan atau pedal rem
  • Penguat rem atau disebut booster
  • Kaliper rem atau silinder master rem
  • Kabel rem atau selang minyal rem

Pada sepeda motor pada umumnya menggunakan 2 sistem pengereman
  • Sistem rem drum atau tromol
  • Sistem rem cakram

Sistem Rem Drum atau Tromol

Jenis sepeda motor yang menggunakan rem tromol menggunakan sepatu rem (kampas tromol) yang ikut berputar sesuai dengan putaran roda sepeda motor. Kampas rem tromol terbuat dari bahan yang memiliki koefisien gesek yang tinggi sehingga dapat secara optimal dapat menghentikan sepeda motor. 
Akan tetapi sistem rem drum atau tromol memiliki kelemahan yang menurut saya cukup berbahaya, secara teori kampas rem yang terendam air akan menyebabkan koefisien gesek berkurang secara signikan. Untuk lebih mudah membayangkannya adalah ketika Sobat melakukan amplas cat mobil, jika Sobat membasahi amplas tersebut maka gerakan terasa lebih ringan. Nah... ini terjadi juga pada saat rem tromol Sobat terkena air, kemampuan sistem pengereman akan menjadi menurun. Saat ini sistem pengereman tromol sudah mulai ditinggalkan oleh produsen sepeda motor, dan menggantinya dengan sistem rem cakram

Sistem Rem Cakram

Rem cakram merupakan peralatan rem yang lazim digunakan pada sepeda motor yang memiliki teknologi lebih baik. Cara kerja rem ini adalah dengan menjepit cakram yang terpadang pada roda sepeda motor, piston mendorong kampas rem dan menjepit cakram sehingga kecepatan sepeda motor dapat berkurang. Pada sepeda motor generasi yang lebih baru sudah banyak yang menggunakan sistem rem cakram.
Akan tetapi sistem pengereman ini juga masih memiliki kelemahan, jika Sobat menggunakan sistem rem cakram untuk melewati medan yang berlumpur maka rem cakram tidak akan berfungsi dengan baik. Rem cakram cenderung terbuka dan memudahkan kotorang untuk masuk, lumpur yang menempel pada cakram dan sela-sela kampas rem akan menyebabkan rem menjadi tidak berfungsi dengan baik.

Cara cek kampas rem drum atau tromol

Cara mengecek kampas rem tromol sangat mudah, Sobat bisa melihat di pangkal dari tuas rem yang ada di tromol. Di situ akan Sobat temukan tanda yang biasanya berbentuk segitiga lengkap dengan panah penunjuknya. 
Ketika panah melebihi tanda segitiga maka kampas rem Sobat sudah saatnya diganti. Ada kalanya baja yang terdapat dalam tromol terkikis seiring dengan usia penggunaan, sehingga jika Sobat mengganti dengan kampas rem baru masih terlihat habis di indikatornya. Saran Saya jangan pernah menunda penggantian kampas rem, sayangi diri Sobat ya....

Cara cek kampas rem cakram

Kampas rem cakram biasanya memiliki coakan pada pad-nya, Sobat dapat melihatnya di caliper rem. Ketika coakan tersebut mulai rata maka tandanya kampas rem harus diganti dengan yang baru. 
Gunakan kampas rem yang sesuai dengan bawaan sepeda motor Sobat, atau upgrade kampas rem yang memiliki kualitas yang lebih tinggi. Kampas rem yang tidak sesuai dapat merusak cakram sepeda motor.

Resiko sepelekan kampas rem

Pada rem cakram jika Sobat mengabaikan hal ini maka mengakibatkan hilangnya fungsi rem atau sering disebut rem blong. Penyebabnya adalah ketika kampas rem habis maka yang terjadi adalah cakram akan dijepit oleh logam sehingga menyebabkan panas yang berlebihan di sistem rem. Panas yang berlebihan dapat mendidihkan minyak rem yang berada di caliper, ketika minyak rem mendidih akan menghasilkan gelembung udara, Gelembung udara inilah yang dapat mengakibatkan hilangnya tekanan hidrolis pada sistem rem cakram. Saat itu rem cakram benar benar tidak memiliki fungsi sebagai rem, sehingga dapat membahayakan Sobat jika kendaraan dipacu dalam kecepatan tinggi.

Terima kasih atas kunjungannya di blog Saya, sukses selalu brother....

Senin, 05 November 2018

Perbandingan Premium, Pertalite dan Pertamax


Saya membaca Koran OtoTrend edisi 740 dan ternyata ada informasi menarik yang dapat Saya tulis di sini. Ototrend telah mengadakan test individual terhadap 3 jenis BBM keluaran pertamina, yaitu= Premium, Pertalite dan Pertamax. 

Pengetesan dilakukan dengan menggunakan sepeda motor Suzuki Satria FU150 yang tentunya memiliki perbandingan kompresi 1:10,2. Dari beberapa data yang Saya peroleh kompresi mempunyai karakteristik di dalam pemilihan jenis BBM. Berikut ini adalah datanya=

Octane 088 = rasio kompresi 7 s/d 9 : 1
Octane 092 = rasio kompresi 9 s/d 10 : 1
Octane 095 = rasio kompresi 10 s/d 11 : 1
Octane 102 = rasio kompresi 13,1 : 1
Octane 107 = rasio kompresi 14,1 : 1

Berdasarkan data tersebut maka seharusnya Suzuki Satria FU150 menggunakan BBM dengan nilai oktan 95 (Pertamax Plus) atau bisa juga menggunakan oktan 92 (Pertamax) karena nilai kompresi mesinnya hanya terpaut 0,1 saja.

Bensin oktan rendah memiliki sifat yang lebih mudah untuk terbakar, dan mesin dengan kompresi tinggi membuat bensin lebih mudah terbakar dikarenakan tekanan dan suhu yang tinggi.

Terbakarnya BBM sebelum adanya percikan bunga api dari busi membuat piston mengalami tekanan yang kuat akibat dari ledakan dini tersebut, dan gejala ini sering disebut dengan knocking atau istilah yang lebih awamnya adalah ngelitik.

Jika Anda membiarkan kondisi ini dalam jangka waktu yang panjang maka mesin Anda akan mengalami kerusakan yang parah, yang sering terjadi adalah lobangnya kepala piston dan patangnya stang piston. Tentunya penggantian spare part dan biaya perbaikannya tidak sedikit lho.....

 Uji Coba Dynotest Bensin Premium
Premium
RPM
HP
Nm
7500
12,4
11,73
8024
13,6
12,05
8500
14,2
11,85
9000
14,4
11,32
9157
14,5
11,17
9500
14,3
10,64

Uji Coba Dynotest Bensin Pertalite
Premium
RPM
HP
Nm
7500
12,0
11,73
8284
13,7
11,7
8500
14,1
11,75
9000
14,5
11,38
9313
14,6
11,12
9500
14,4
10,72

Uji Coba Dynotest Bensin Pertamax
Premium
RPM
HP
Nm
7500
12,2
11,58
8137
13,6
11,91
8500
14,1
11,78
9000
14,5
11,43
9258
14,7
11,24
9500
14,6
10,84

Kesimpulan Perbandingan Premium, Pertalite dan Pertamax

Dari hasil dynotest menggunakan Suzuki Satria FU150 dengan kompresi 10,2:1 Pertamax mendapatkan hasil tertinggi di RPM 9258 dengan hasil 14,7 HP dan RPM 9500 dengan hasil 14,6 HP. Hal ini menunjukkan bahwa di putaran atas penggunaan BBM jenis pertamax mendapatkan hasil yang paling maksimal dibandingkan dengan yang lainnya. 

Akan tetapi RPM lebih rendah Premium justru memiliki hasil yang cukup mencengangkan yakni 12,4 HP melebihi dari Pertalite serta Pertamax.

Kandungan dari octane booster yang dicampurkan di premium dapat membuat BBM ini lebih unggul di putaran rendah, Premium di Indonesia semenjak tahun 1998 berdasarkan UU No. 23/1997 tidak menggunakan aditif timbal lagi agar tidak merusak lingkungan. (Di Ototrend masih disebut mengandung timbal)

Jika Anda hubungkan dengan kebiasaan mengemudi sepeda motor maka penggunaan Premium cocok untuk motor dengan kebiasaan mengemudi RPM rendah dengan jalan yang tidak memiliki banyak tanjakan.

Pertamax dan Pertalite sangat cocok digunakan di RPM yang agak tinggi terutama di pendakian, hasil pemakaian BBM ini di rasakan lebih responsiv dari pada menggunakan Premium. Tentu saja daerah pegunungan lebih efisien jika menggunakan Pertamax atau Pertalite.

Selain dari pada itu Premium tidak memiliki active detergent yang berguna untuk membersihkan sisa pembakaran di ruang baker kendaraan Anda, sehingga jika digunakan secara terus menerus maka timbunan kerak dapat menurunkan performa sepeda motor Anda. 
sumber gambar cicakkreatip.com
Pertalite dan Pertamax sudah dilengkapi dengan detergent pembersih ini sehingga usia mesin Anda menjadi lebih lama serta endapan karbon akan hilang.

Sekian dulu artikel saya kali ini, terima kasih sebelumnya untuk Share dan Komentarnya.