Sabtu, 10 November 2018

Resiko Sepelekan Kampas Rem Sepeda Motor. Segera Periksa

Hai Sobat, di artikel saya kali ini akan dibahas tentang pentingnya selalu memperhatikan kampas rem pada sepeda motor Anda. Saya menyarankan untuk mengecek ketebalan kampas rem sepeda motor secara rutin minimal 1 bulan sekali. Pertama yang akan dibahas adalah apakah rem itu? Rem adalah sebuah peralatan yang digunakan untuk memperlambat kecepatan sepeda motor atau menghentikan laju dari sepeda motor. Sebagian besar dari rem adalah menggunakan energi kinetik dengan mengaplikasikan gesekan, gesekan dari kedua benda tentunya akan menghasilkan panas. 
Ketika sepeda motor Sobat ditingkatkan sebanyak 2 kali dari kecepatan asal dengan rumus E = ½m·v2 maka sepeda motor Sobat akan memiliki energi kinetik empat kali lipat dari sebelumnya. Dan tentunya rem akan menggunakan energi sebesar kecepatan tersebut untuk berhenti, konsekwensi yang ditimbulkan adalah jarak pengereman yang dibutuhkan juga 4 kali lebih jauh

Dalam sistem rem terdiri dari:
  • Tuas tangan atau pedal rem
  • Penguat rem atau disebut booster
  • Kaliper rem atau silinder master rem
  • Kabel rem atau selang minyal rem

Pada sepeda motor pada umumnya menggunakan 2 sistem pengereman
  • Sistem rem drum atau tromol
  • Sistem rem cakram

Sistem Rem Drum atau Tromol

Jenis sepeda motor yang menggunakan rem tromol menggunakan sepatu rem (kampas tromol) yang ikut berputar sesuai dengan putaran roda sepeda motor. Kampas rem tromol terbuat dari bahan yang memiliki koefisien gesek yang tinggi sehingga dapat secara optimal dapat menghentikan sepeda motor. 
Akan tetapi sistem rem drum atau tromol memiliki kelemahan yang menurut saya cukup berbahaya, secara teori kampas rem yang terendam air akan menyebabkan koefisien gesek berkurang secara signikan. Untuk lebih mudah membayangkannya adalah ketika Sobat melakukan amplas cat mobil, jika Sobat membasahi amplas tersebut maka gerakan terasa lebih ringan. Nah... ini terjadi juga pada saat rem tromol Sobat terkena air, kemampuan sistem pengereman akan menjadi menurun. Saat ini sistem pengereman tromol sudah mulai ditinggalkan oleh produsen sepeda motor, dan menggantinya dengan sistem rem cakram

Sistem Rem Cakram

Rem cakram merupakan peralatan rem yang lazim digunakan pada sepeda motor yang memiliki teknologi lebih baik. Cara kerja rem ini adalah dengan menjepit cakram yang terpadang pada roda sepeda motor, piston mendorong kampas rem dan menjepit cakram sehingga kecepatan sepeda motor dapat berkurang. Pada sepeda motor generasi yang lebih baru sudah banyak yang menggunakan sistem rem cakram.
Akan tetapi sistem pengereman ini juga masih memiliki kelemahan, jika Sobat menggunakan sistem rem cakram untuk melewati medan yang berlumpur maka rem cakram tidak akan berfungsi dengan baik. Rem cakram cenderung terbuka dan memudahkan kotorang untuk masuk, lumpur yang menempel pada cakram dan sela-sela kampas rem akan menyebabkan rem menjadi tidak berfungsi dengan baik.

Cara cek kampas rem drum atau tromol

Cara mengecek kampas rem tromol sangat mudah, Sobat bisa melihat di pangkal dari tuas rem yang ada di tromol. Di situ akan Sobat temukan tanda yang biasanya berbentuk segitiga lengkap dengan panah penunjuknya. 
Ketika panah melebihi tanda segitiga maka kampas rem Sobat sudah saatnya diganti. Ada kalanya baja yang terdapat dalam tromol terkikis seiring dengan usia penggunaan, sehingga jika Sobat mengganti dengan kampas rem baru masih terlihat habis di indikatornya. Saran Saya jangan pernah menunda penggantian kampas rem, sayangi diri Sobat ya....

Cara cek kampas rem cakram

Kampas rem cakram biasanya memiliki coakan pada pad-nya, Sobat dapat melihatnya di caliper rem. Ketika coakan tersebut mulai rata maka tandanya kampas rem harus diganti dengan yang baru. 
Gunakan kampas rem yang sesuai dengan bawaan sepeda motor Sobat, atau upgrade kampas rem yang memiliki kualitas yang lebih tinggi. Kampas rem yang tidak sesuai dapat merusak cakram sepeda motor.

Resiko sepelekan kampas rem

Pada rem cakram jika Sobat mengabaikan hal ini maka mengakibatkan hilangnya fungsi rem atau sering disebut rem blong. Penyebabnya adalah ketika kampas rem habis maka yang terjadi adalah cakram akan dijepit oleh logam sehingga menyebabkan panas yang berlebihan di sistem rem. Panas yang berlebihan dapat mendidihkan minyak rem yang berada di caliper, ketika minyak rem mendidih akan menghasilkan gelembung udara, Gelembung udara inilah yang dapat mengakibatkan hilangnya tekanan hidrolis pada sistem rem cakram. Saat itu rem cakram benar benar tidak memiliki fungsi sebagai rem, sehingga dapat membahayakan Sobat jika kendaraan dipacu dalam kecepatan tinggi.

Terima kasih atas kunjungannya di blog Saya, sukses selalu brother....

Senin, 05 November 2018

Perbandingan Premium, Pertalite dan Pertamax


Saya membaca Koran OtoTrend edisi 740 dan ternyata ada informasi menarik yang dapat Saya tulis di sini. Ototrend telah mengadakan test individual terhadap 3 jenis BBM keluaran pertamina, yaitu= Premium, Pertalite dan Pertamax. 

Pengetesan dilakukan dengan menggunakan sepeda motor Suzuki Satria FU150 yang tentunya memiliki perbandingan kompresi 1:10,2. Dari beberapa data yang Saya peroleh kompresi mempunyai karakteristik di dalam pemilihan jenis BBM. Berikut ini adalah datanya=

Octane 088 = rasio kompresi 7 s/d 9 : 1
Octane 092 = rasio kompresi 9 s/d 10 : 1
Octane 095 = rasio kompresi 10 s/d 11 : 1
Octane 102 = rasio kompresi 13,1 : 1
Octane 107 = rasio kompresi 14,1 : 1

Berdasarkan data tersebut maka seharusnya Suzuki Satria FU150 menggunakan BBM dengan nilai oktan 95 (Pertamax Plus) atau bisa juga menggunakan oktan 92 (Pertamax) karena nilai kompresi mesinnya hanya terpaut 0,1 saja.

Bensin oktan rendah memiliki sifat yang lebih mudah untuk terbakar, dan mesin dengan kompresi tinggi membuat bensin lebih mudah terbakar dikarenakan tekanan dan suhu yang tinggi.

Terbakarnya BBM sebelum adanya percikan bunga api dari busi membuat piston mengalami tekanan yang kuat akibat dari ledakan dini tersebut, dan gejala ini sering disebut dengan knocking atau istilah yang lebih awamnya adalah ngelitik.

Jika Anda membiarkan kondisi ini dalam jangka waktu yang panjang maka mesin Anda akan mengalami kerusakan yang parah, yang sering terjadi adalah lobangnya kepala piston dan patangnya stang piston. Tentunya penggantian spare part dan biaya perbaikannya tidak sedikit lho.....

 Uji Coba Dynotest Bensin Premium
Premium
RPM
HP
Nm
7500
12,4
11,73
8024
13,6
12,05
8500
14,2
11,85
9000
14,4
11,32
9157
14,5
11,17
9500
14,3
10,64

Uji Coba Dynotest Bensin Pertalite
Premium
RPM
HP
Nm
7500
12,0
11,73
8284
13,7
11,7
8500
14,1
11,75
9000
14,5
11,38
9313
14,6
11,12
9500
14,4
10,72

Uji Coba Dynotest Bensin Pertamax
Premium
RPM
HP
Nm
7500
12,2
11,58
8137
13,6
11,91
8500
14,1
11,78
9000
14,5
11,43
9258
14,7
11,24
9500
14,6
10,84

Kesimpulan Perbandingan Premium, Pertalite dan Pertamax

Dari hasil dynotest menggunakan Suzuki Satria FU150 dengan kompresi 10,2:1 Pertamax mendapatkan hasil tertinggi di RPM 9258 dengan hasil 14,7 HP dan RPM 9500 dengan hasil 14,6 HP. Hal ini menunjukkan bahwa di putaran atas penggunaan BBM jenis pertamax mendapatkan hasil yang paling maksimal dibandingkan dengan yang lainnya. 

Akan tetapi RPM lebih rendah Premium justru memiliki hasil yang cukup mencengangkan yakni 12,4 HP melebihi dari Pertalite serta Pertamax.

Kandungan dari octane booster yang dicampurkan di premium dapat membuat BBM ini lebih unggul di putaran rendah, Premium di Indonesia semenjak tahun 1998 berdasarkan UU No. 23/1997 tidak menggunakan aditif timbal lagi agar tidak merusak lingkungan. (Di Ototrend masih disebut mengandung timbal)

Jika Anda hubungkan dengan kebiasaan mengemudi sepeda motor maka penggunaan Premium cocok untuk motor dengan kebiasaan mengemudi RPM rendah dengan jalan yang tidak memiliki banyak tanjakan.

Pertamax dan Pertalite sangat cocok digunakan di RPM yang agak tinggi terutama di pendakian, hasil pemakaian BBM ini di rasakan lebih responsiv dari pada menggunakan Premium. Tentu saja daerah pegunungan lebih efisien jika menggunakan Pertamax atau Pertalite.

Selain dari pada itu Premium tidak memiliki active detergent yang berguna untuk membersihkan sisa pembakaran di ruang baker kendaraan Anda, sehingga jika digunakan secara terus menerus maka timbunan kerak dapat menurunkan performa sepeda motor Anda. 
sumber gambar cicakkreatip.com
Pertalite dan Pertamax sudah dilengkapi dengan detergent pembersih ini sehingga usia mesin Anda menjadi lebih lama serta endapan karbon akan hilang.

Sekian dulu artikel saya kali ini, terima kasih sebelumnya untuk Share dan Komentarnya.

Minggu, 04 November 2018

Kawasaki 200NS Pulsar Review Selama 4 Tahun Pemakaian


Hi, sobat bikers. Setelah 4 tahun menggunakan Kawasaki Pulsar 200ns membuat Saya ingin membuat review tentang motor ini. Pertama kali yang membuat tertarik membeli motor ini adalah tampilannya yang kekar dan macho, tanpa pikir panjang Saya langsung menuju ke Dealer Kawasaki terdekat di malang dan membelinya. Untuk warnanya Saya serahkan sama istri dan warna hitam yang terpilih. Dan Saya beli motor ini tahun 2014 sekarang sudah terjual, agak gerah dengan ketersediaan spare partnya sih, gak semua bengkel jual dan Kawasaki sudah tidak mengakui kalau motor ini merupakan keluarga besarnya lagi.... kasihan nasib anak tiri.

Tak kenal maka tak sayang, berikut ini adalah spesifikasi Kawasaki 200NS:

FRAME
Suspensi Depan
37mm telescopic fork
Suspensi Belakang
mono shock
Rem Depan
single 280mm petal disc
Rem Belakang
single 230mm petal disc
Ban Depan
100/80-17m/c 52p (tubeles)
Ban Belakang
130/70-17m/c 62p (tubeles)
Panjang x Lebar x Tinggi
1,965 mm x 810 mm x 1,055 mm
Jarak Poros Roda
1,360mm
Jarak ke Tanah
805 mm
Berat
145kg
Kapasitas Bensin
12 litres
Trail
85mm
ENGINE
Tipe
Pendingin cair, 4-tak tunggal
Maksimum Power
17kW(23.1ps)/9,500rpm
Torsi Maksimum
18.3n.m(1.8kgf.m)/8,000rpm
Karburator
UCAL UCD33
Diameter x Langkah
72x49mm
Sistem Pengapian
CDI
Perbandingan Kompresi
11.0 : 1
DRIVETRAIN
Jumlah Transmisi
6 kecepatan

Jika dibandingkan dengan sepeda motor sekelasnya seperti Honda Tiger, motor ini memiliki power dan speed lebih bagus. Jika Saya gunakan untuk pindah gigi pada RPM 7.000 ke atas maka terasa tenaga melimpah, tapi jika pindah giginya di bawah RPM 5.000 maka tenaga agak menurun sedikit dan setelah itu kembali. Selama menggunakan Top speed yang saya capai sekitar 125 KM/Jam dengan kondisi jalan rata dan agak sepi. Mungkin masih bisa naik, karena RPM masih naik keburu jalan habis. Kalau gambar di bawah ini bukan Saya yang naikin yaa... ane blon pakai kamera GoPro. 

Performa mesinnya sangat memuaskan bahkan dari Montir langganan Saya masih dapat dioptimalkan lagi, akan tetapi Saya lebih suka setelan standart saja. Sayangnya Spare part dari motor ini agak susah dicari sekarang, bengkel yang khusus juga susah dicari, agak sayang juga sih. Padahal Saya suka torsinya yang ngejambak.

Masalah penampilan, Mas Broer jamin Anda nampak lebih gagah dengan mengendarai motor ini. 

Saya mencoba motor ini untuk jalan selama 1-2 jam terasa pegal di tangan, hampir sama dengan waktu Saya kendarai Honda CBR 250 R. Tapi jika Anda ingin membuat handling yang lebih nyaman dapat menggunakan Stang Raiser yang harganya kira kira 150 rb an saja. Raiser ini fungsinya meninggikan posisi stang dan dapat juga memendekkan shock breaker depan, sehingga Anda yang tingginya kurang menjadi tidak jinjit lagi. Stelah pasang raiser dijamin tangan gak akan pegel lagi.

Untuk posisi pijakan kaki akan nyaman jika Anda menggunakan sepatu yang agak tinggi di belakang, jika sepatu yang flat pedal rem terasa lebih naik dan membuat kaki pegal jika Anda ingin selalu di atas pedal rem. 

Rem depan dan belakang termasuk pakem. Akan tetapi Saya menyarankan untuk mengganti ban dengan compound yang lebih lunak, Compound ban yang lebih lunak akan meningkatkan efisiensi pengereman. Ban Euro Grip menggunakan compound keras sehingga terasa licin. Kelebihan compound keras adalah usia pakai ban menjadi sangat lama. Ekonomis VS Safety Riding, pilihan ada di Anda sendiri.

Untuk body motor ini tergolong tinggi, tinggi saya 172 Cm mungkin agak pas dengan motor ini. Jika tinggi Anda di bawah 160 Cm, akan sangat jinjit. Ada lagi kekurangan yang Saya agak gak suka, radius beloknya sangat terbatas sehingga ketika putar balik perlu tempat agak lapang.

Over All setelah menggunakan motor ini 4 Star dari 5 Star, memuaskan dengan harga yang sangat terjangkau di kelasnya. Performa Engine yang Maxi dengan tampilan yang Macho. Untuk Sparepart 10 tahun kedepan masih bisa kontak temen2 sesama pemakai sih. 

Sekian dulu ya Sobat sekalian, para pemilik Pulsar 200NS mana suaramu....