Sabtu, 03 November 2018

Mengatasi dan Ketahui Penyebab Accu atau Aki Motor Sering Tekor


Hai sobat oprek motor, di artikel Saya kali ini yang akan dibahas adalah penyebab aki motor tekor dan mengatasi aki motor tekor terus menerus bahkan berulang ulang. Jika ini terjadi pada motor kesayangan sobat maka bisa Saya bayangkan pengeluaran yang cukup tinggi untuk perawatan motor Anda. 
Kejadian yang sering dialami jika hal ini menimpa Anda adalah seperti ini:
  • Anda merasa bahwa aki anda sudah mulai soak
  • Anda putuskan untuk mengganti dengan jenis aki yang sama, dan setelah beberapa bulan saja ternyata kembali soak lagi.
  • Sobat charge lagi accu tersebut dan kemudian setelah beberapa kali aki menjadi rusak.
  • Sobat membeli dengan accu jenis lainnya misalnya menjadi aki kering atau menjadi aki basah.
  • Beberapa bulan atau hitungan minggu accu kembali soak.

Nah jika itu itu yang sobat alami ada baiknya sobat mengikuti artikel saya tentang Penyebab dan atasi Accu atau Aki Motor Sering Tekor. Ada beberapa langkah yang harus sobat lakukan, yang pertama adalah dengan melakukan pengetesan, cara pengetesannya sangat mudah dan bisa dilakukan sendiri di rumah sebelum sobat putuskan membawa motor ke bengkel.
Karena terkadang bengkel yang tidak mengerti tentang kelistrikan akan menyarankan ganti aki baru atau melakukan penge-charge an accu motor sobat, nah,... lho gak ada yang terselesaikan problemnya, betul gak.....

Cara untuk mengetest apakah sistem kelistrikan kendaraan bermotor sobat dalam kondisi sehat adalah sebagai berikut:
  • Pertama sobat siapkan peralatan berupa multi tester (disarankan yang digital) agar lebih gampang pembacaannya dan setting panah multi tester ke DC volt sesuai dengan voltase aki Anda.
  • Buka bagian sepeda motor sobat yang terdapat accu, baik accu kering maupun accu basah. Cek terlebih dahulu kondisi dari accu apakah air di dalamnya cukup atau tidak. Jika kurang silakan sobat tambah dengan air aki atau air destilasi (bukan accu zuur yaaa!!!).
  • Lihat positif aki dan negatif dari aki, jangan sampai kebalik ya. Lalu tempelkan positif multitester ke positif aki, dan negatif multi tester ke negatif aki. Jika tidak paham mana negatif dan positif maka biasanya ada warnanya (Merah= Positif dan Hitam= Negatif).
  • Coba lihat tegangan pada aki tersebut, jika menunjukkan angka 11-12,5 atau lebih maka aki sobat masih dalam keadaan baik dan tidak perlu pengisian ulang menggunakan charger accu.
  • Hidupkanlah mesin kendaraan Anda, dan tetap perhatikan tegangan pada multi testernya. Sobat akan melihat pergerakan naik pada tegangan yang terbaca di multi tester. Nah sekarang gas perlahan, ingat ya berlahan saja sampai dengan putaran tinggi.
  • Pada saat putaran tinggi idealnya maksimal multi tester akan menunjukkan 14,8 Volt, Jika melebihi tegangan 14,8 Volt maka ada kemungkinan aki jebol karena over charge. Aki yang mengalami over charge pada saat digunakan menjadi sangat panas, dan panas tersebut akan merusak elemen dari aki tesebut.
  • Sebaliknya jika pada saat sobat naikkan putaran gasnya ternyata tidak naik, ini pertanda bahwa sistem pengisiannya bermasalah. Dengan tidak ikut naik maka pengisian aki menjadi lama dan tidak sebanding dengan penggunaannya. Ketika semua piranti dihidupkan dan aki yang digunakan tidak mengalami pengisian secara normal maka aki akan cepat tekor.

Sudah anda lakukan pengetesan ini, selanjutnya saya akan menjelaskan tentang apa penyebab dari hal yang mungkin sobat temui di langkah langkah di atas.

Penyebab Aki Tekor


Permasalahan tersebut penyebabnya adalah ada di 2 tempat, yaitu: Kiprok atau Spul. Khusus untuk overcharge biasanya yang bermasalah adalah kiproknya saja. Kadang kala pada saat putaran tinggi lampu motor sobat langsung menyala lebih terang dari normal dan lebih parahnya bisa putus. Solusinya adalah ganti kiprok motor sobat dengan sparepart original atau jika tidak menemukannya dapat pula digunakan persamaan kiproknya.

Untuk masalah berkaitan dengan lambatnya pengisian accu motor sobat,segera ke bengkel untuk mengecek apakah kiproknya bermasalah. Jika yang bermasalah adalah kiproknya segera ganti dengan yang baru, jika tidak ada masalah dengan kiprok maka lakukan pengetesan pada spul nya. Sobat akan temui bahwa ternyata spul sudah rusak dan harus diganti dengan yang baru, gunakan sparepart original ya. Jika motor sobat tergolong susah sparepartnya maka dapat diperbaiki di bengkel dinamo dengan dililit dengan kabel yang baru.
Jika sobat memutuskan untuk menggulung dinamo spul maka pilihlah kawat kumparan yang berkualitas dan usahakan sama dengan aslinya, jangan mengganti dengan yang lebih kecil atau besar. Terlalu besar akan berefek pada output yang terlalu tinggi sehingga dapat merusak kiprok dan accu. Terlalu kecil maka pengisian menjadi lemah dan menyebabkan aki cepat tekor.
Selamat mencoba ya guys, semoga artikel ini dapat membantu sobat mengatasi Aki Motor yang Sering Tekor. O..ya, jika sobat rasa artikel ini berguna silakan share dengan yang lainnya. Jika ada yang ditanyakan silakan isi komentar. Terima Kasih.

Kamis, 01 November 2018

Efek Penggunaan Oktan BBM Tidak Sesuai Kompresi Mesin

Hai teman, di artikel kali ini Saya akan membahas tentang kompresi mesin motor anda sehubungan dengan penggunaan jenis BBM. Untuk perbandingan antara BBM Saya pernah mengulasnya di Beda Premium, Pertalite dan Pertamax. Silakan diintip ya sobat.... Nah setelah mengitip artikel tersebut sobat tau betul tentang perbedaan diantara produk produk tersebut.
Beda yang mencolok pada jenis BBM tersebut adalah nilai oktannya, Saya akan buat tabelnya di bawah ya sob, supaya gampang untuk di baca.

Pertamina

  • Premium Oktan 88
  • Pertalite Oktan 90
  • Pertamax Oktan 92
  • Pertamax Plus Oktan 95
  • Pertamax Turbo Oktan 98

Shell

  • Super Oktan 92
  • V-Power Oktan 95

Total

  • Performance Oktan 92
  • Performance Oktan 95


Khusus untuk Shell dan Total mungkin sobat hanya bisa temui di pulau Jawa saja, dulu masih ada satu lagi perusahaan dari Malaysia (Petronas) akan tetapi sudah hengkang karena persaingan sengit dengan Pertamina dan yang lainnya.

Selain dari oktan yang terkandung, hal yang menjadi perhatian adalah aditif cleansing yang dapat mengurangi kerak pada sistem pembakaran kendaraan Anda. Tanpa aditif pembersih tersebut kerak yang terdapat di piston dan sistem bakar yang lain menjadi bertambah, efek penumpukan dari karbon menjadikan power kendaraan Anda menurun tajam. Bahkan dapat mengakibatkan kerusakan mesin yang permanen. 
Tapi tenang aja sob, banyak sekali metoda untuk menghilangkan deposit karbon di bengkel bengkel kesayangan Anda. Untuk sepeda motor berkisar antara 50 - 100 rb pembersihan ruang bakar, dan 80 - 150 rb untuk pembersihan sistem injeksi.

Modifikasi Ruang Bakar
Adakalanya para modifikator indonesia yang hobby memodif performa mesin dengan menaikkan kompresi motornya, tapi Anda harus diingat hitungan maksimal penaikan kompresi harus didsesuaikan dengan bahan bakar yang ada di pasaran.

Berikut ini Saya akan berikan tentang Tabel Rasio Kompresi dan Nilai Oktan Idealnya.
Nilai Rasio Kompresi Nilai Oktan
7:1 – 9:1                          88
9:1 – 10:1                        92
10:1 – 11:1                      95
11:1 – 12:1                      98
Di atas 12:1                    100
Nah jika sekarang sebelum memodif Anda lupa memperhitungkan hal tersebut, bayangkan saja kompresi mesin Sobat jadikan 12:1 dengan kebutuhan oktan 100. Nah pertanyaan Saya, Sobat mau beli BBM tersebut di mana??? Susah kan. Ada yang berpendapat gunakan aja BBM grade di bawahnya, well Saya akan bahas tentang itu di bawah nanti ya....

Sejujurnya Sobat jika pemilihan BBM disesuaikan dengan kompresi sepeda motor maka mesin sobat jauh lebih awet dan memiliki performa yang lebih baik. Resiko penggunaan BBM beroktan rendah di mesin kompresi tinggi adalah, BBM tersebut meledak lebih dahulu sebelum adanya percikan api busi. Jika itu terjadi maka mesin akan mengalami getaran, hal ini lazim disebut dengan Knocking.
Ahh biarin dah kan Cuma knocking doang.... Sobat boleh saja berpendapat seperti itu, ada beberapa pendapat dari mekanik di kota Saya. Jika gejala knocking dibiarkan dalam waktu yang lama maka mesin akan mengalami kerusakan permanen dibagian piston. Bahkan ada yang sering mengalami piston motor mereka berlobang.
Bagaimana jika di balik, Motor kompresi rendah menggunakan BBM yang beroktan tinggi, he..he... Pasti ada yang tanya kayak gini... tull gak? Nah, ciri utama BBM dengan Oktan tinggi adalah susah terbakar. Jika motor dengan kompresi rendah menggunakan BBM beroktan tinggi maka anda membuang uang dengan percuma. Kecuali jika Sobat ingin membersihkan ruang bakar dengan menggunakan BBM beroktan tinggi.

Cuman kelebihannya adalah cleansing agent yang tidak dimiliki oleh premium. Jika penggunaan sesekali saja, maka sangat dianjurkan. Jika setiap hari “ Booorooosss” donk.....

Wait.. Tapi khusus untuk motor motor jadul sangat dianjurkan menggunakan BBM dengan nilai oktan yang lebih tinggi, Mengapa??? Jawabnya adalah seiring usia motor tersebut, telah terjadi penimbunan deposit karbon di ruang bakar, maka gunakan BBM yang ada perbersihnya. Naikkanlah  grade jenis BBM yang dibutuhkan oleh motor motor usia tua... Premium menjadi Pertamax.

Jenis Motor, Rasio, Kompresi Mesin dan Jenis Bahan Bakar

  • Beat 9,2 : 1 Pertalite
  • Beat FI 9,2 : 1 Pertalite
  • Beat FI eSP 9,5 : 1 Pertalite
  • Blade 9,3 : 1 Pertalite
  • Blade FI 9,3 : 1 Pertalite
  • CB150R 11 : 1 Pertamax Plus / Shell V-Power / Performance 95
  • New CB150R 11,3 : 1 Pertamax Plus / Shell V-Power / Performance 95
  • CBR 150R 11 : 1 Pertamax Plus / Shell V-Power / Performance 95
  • CBR 250R 10,7 : 1 Pertamax / Shell Super / Performance 92
  • CS1 10,7 : 1 Pertamax / Shell Super / Performance 92
  • Kharisma 9 : 1 Premium / Pertalite
  • Kirana 9 : 1 Premium / Pertalite
  • Legenda 9 : 1 Premium / Pertalite
  • Mega Pro 9,1 : 1 Pertalite
  • Mega Pro FI 9,5 : 1 Pertalite
  • New Mega Pro 9,5 : 1 Pertalite
  • New Supra X 125 FI 9,3 : 1 Pertalite
  • PCX 125 10,6 : 1 Pertamax / Shell Super / Performance 92
  • PCX 150 10,6 : 1 Pertamax / Shell Super / Performance 92
  • Revo 9,3 : 1 Pertalite
  • Revo FI 9,3 : 1 Pertalite
  • Scoopy 9,2 : 1 Pertalite
  • Scoopy FI 9,2 : 1 Pertalite
  • Scoopy FI eSP 9,5 : 1 Pertalite
  • Sonic 150R 11,3 : 1 Pertamax Plus / Shell V-Power / Performance 95
  • Spacy 9,2 : 1 Pertalite
  • Spacy FI 9,2 : 1 Pertalite
  • Supra Fit 9 : 1 Premium / Pertalite
  • Supra X 110 9 : 1 Premium / Pertalite
  • Supra X 125 9,3 : 1 Pertalite
  • Supra X 125 FI 9,3 : 1 Pertalite
  • Supra X Helm In 9,3 : 1 Pertalite
  • Supra X Helm In FI 9,3 : 1 Pertalite
  • Tiger 9 : 1 Premium / Pertalite
  • Vario 110 10,7 : 1 Pertamax / Shell Super / Performance 92
  • Vario 110 FI 9,2 : 1 Pertalite
  • Vario 110 FI eSP 9,5 : 1 Pertalite
  • Vario 125 FI eSP 11,0 : 1 Pertamax Plus / Shell V-Power / Performance 95
  • Vario 150 FI eSP 10,6 : 1 Pertamax / Shell Super / Performance 92
  • Vario Techno 110 FI 11 : 1 Pertamax Plus / Shell V-Power / Performance 95
  • Vario Techno 125 FI 11 : 1 Pertamax Plus / Shell V-Power / Performance 95
  • Verza 9,5 : 1 Pertalite
  • Win 9 : 1 Premium / Pertalite

Nah saya kira cukup dulu artikel Saya tentang Efek BBM Tidak Sesuai Kompresi Mesin, semoga membantu dan jika sobat rasa dapat membantu sobat lainnya. Silakan share artikel ini yaaa. Tks

Cara Mudah Perbesar Pengapian Sepeda Motor

Hai, Bikers. Kali ini Saya akan membuat sebuah artikel tentang Bagaimana memperbesar pengapian busi sepeda motor. Pengapian di dalam sepeda motor merupakan hal yang harus mendapatkan perhatian jika Anda menginginkan akselerasi yang spontan dan efisiensi bahan bakar.
Ada beberapa cara yang sering digunakan untuk meningkatkan pengapian busi sepeda motor seperti:
  • Upgrade busi dengan busi Iridium atau busi plasma
  • Mengganti koil standart dengan koil racing
  • Mengganti kabel busi dengan kabel yang lebih besar

Sumber gambar maniakmotor.com

Cara cara diatas memang terbukti dapat mengoptimalkan sistem pengapian sepeda motor. Akan tetapi biaya yang diperlukan tentunya jauh lebih mahal, nah… sekarang akan Saya berikan caranya dengan biaya murah. Cukup puluhan ribu saja, Anda sudah dapat menikmati pengapian yang optimal.

Alat Tambahan Peningkat Pengapian Busi Motor
Berikut ini adalah beberapa alat yang dapat Anda gunakan untuk mengoptimalkan system pengapian pada motor Anda.

Ferrite Clamp dan 9Power. 
Alat ini dapat meningkatkan pengapian busi dikarenakan arus edy yang bersifat melawan arus sebenarnya di filter oleh alat ini. Sehingga arus listrik ke busi dapat maksimal. 


Untuk harga Ferrite TDK sekitar 15 rb per buah dan 39 rb untuk 9Power.


Produk ini sudah lama digunakan oleh bikers dan memiliki respon feedback yang cukup bagus.

Nano card Ion Excelerator
Alat ini merupakan penemuan terbaru dan memiliki power yang menurut Saya paling bagus jika dibandingkan dengan ferrite/9power. Produk ini menggunakan gelombang scalar yang diambil di alam kemudian memfokuskan energi tersebut untuk memperbesar pengapian pada busi. Pemasangan alat ini juga sangat mudah, hanya di tempelkan pada kabel busi sepeda motor anda.
Harga dari alat ini adalah sekitar 25 rb saja dengan masa pemakaian 1-2 tahun.

Untuk lebih memperjelas Saya sudah menyiapkan videonya, video ini akan menjelaskan Anda secara real tentang produk ini.

Terima kasih atas kunjungannya, jika ada yang ditanyakan silakan isi komentarnya ya sobat.